Harga Nikel Turun 45% Tahun 2023, Intip Rekomendasi Saham Emiten Nikel Selanjutnya

Source:

Harga komoditas nikel diprediksi masih akan tertekan tahun depan. Tahun ini, harga nikel turun 44,74%.

Harga nikel pengiriman tiga bulan ke depan di London Metal Exchange mengakhiri tahun 2023 di angka US$ 16.603 per metrik ton. Akhir tahun lalu, harga nikel masih berada di US$ 30.048 per metrik ton. Harga rata-rata nikel tahun ini berada di US$ 21.688 per metrik ton.

Harga terendah adalah US$ 16.079. Sedangkan harga tertinggi nikel tahun ini mencapai US$ 31.118 per metrik ton yang tercapai pada 3 Januari 2023.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan memproyeksi kelebihan pasokan nikel masih akan terjadi. Hal ini didorong oleh naiknya produksi nikel dari Indonesia dan beroperasinya smelter baru nikel kelas 1 baru di China.

Sehingga, di tengah melemahnya harga nikel, Hasan lebih condong pada emiten nikel yang memiliki basis pertumbuhan volume produksi, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Hasan mempertahankan peringkat overweight untuk sektor tambang logam. Dia merekomendasikan buy saham MBMA dengan target harga Rp 970 per saham dan buy NCKL dengan target harga Rp 1.400 per saham.

Also Read:   Argentina’s Milei Devalues Peso by 54% in First Batch of Shock Measures

Asal tahu, harga saham MBMA akhir tahun ini ditutup di angka Rp 560 per saham. Sedangkan harga saham NCKL ditutup pada Rp 1.000 per saham.

Analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario menilai, nasib nikel kemungkinan belum akan membaik tahun depan. Lantaran, prospek nikel masih dibayangi lesunya aktivitas perekonomian China dan penurunan sektor properti di negeri panda tersebut.

Alif merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp 2.080 per saham. Jumat (29/12), harga saham ANTM berada di Rp 1.705 per saham.

ANTM berpotensi mendapatkan tambahan produksi sekitar 13.000 ton feronikel pada tahun depan dari beroperasinya smelter Halmahera Timur. ANTM juga diuntungkan dengan kenaikan harga emas.

Untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Alif merekomendasikan hold dengan target harga Rp 3.030 per saham. Akhir tahun ini, harga saham MDKA berada di Rp 2.700 per saham. Kontribusi segmen nikel akan sepenuhnya mengalahkan kontribusi segmen emas dan tembaga pada tahun depan, dengan perkiraan kontribusi nikel sebesar 80% terhadap pendapatan MDKA.

Also Read:   Minyak Naik Lebih dari 1% Akibat Gangguan di Laut Merah

Sementara itu, kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan tertekan harga nikel. “Sebagai pemain nikel murni, kemungkinan INCO mengalami pertumbuhan pendapatan yang lesu karena melemahnya harga nikel,” kata Alif, Jumat (22/12). Laba bersih per saham alias earnings per share (EPS) diperkirakan turun 16,7% pada 2024.

Dia menyematkan buy saham INCO dengan target harga Rp 5.500 per saham. Akhir tahun ini, saham INCO ditutup di level Rp 4.310 per saham.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo menyematkan rekomendasi buy saham MDKA dengan target harga Rp 3.400. Prospek positif terhadap saham MDKA didukung adanya proyek-proyek tambang tembaga, proyek acid, iron, metal (AIM), proyek nikel, dan proyek emas Pani.

Thomas juga menyematkan buy saham INCO dengan target harga Rp 5.300, dan hold saham ANTM dengan target harga Rp 1.750 per saham.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget