BUMI Bidik Tambang Emas, Produksi di Atas BRMS, Saham Terkerek ke Sini
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membidik tambang emas di Australia dengan produksi sekitar 100 ribu troy ounce (oz) per tahun, di atas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada 2024 sebanyak 65 ribu oz. Namun, produksi BRMS diprediksi melampaui 100 ribu oz, seiring agenda ekspansi dan penambangan emas bawah tanah.
Sucor Sekuritas mencatat, BUMI akan melakukan transformasi bisnis multi tahunan demi mengurangi ketergantungan dari bisnis batu bara. Pada 2030, perseroan menargetkan EBITDA bisnis non-batu bara mencapai 50%, ditopang bisnis emas, alumina, gasifikasi batu bara, dan tembaga.
Broker ini mencatat, BUMI mengincar tambang emas di Australia dengan IRR 33%. Kemudian, perseroan berniat mengakuisisi tambang bauksit dan membangun smelter alumina dengan investasi US$ 1,5 miliar.
”Setelah restrukturisasi, DER BUMI hanya 0,5 kali, sehingga perseroan punya fleksibilitas mencari pendanaan untuk mengakselerasi pertumbuhan anorganik dan mengambil kesempatan di bisnis sumber daya alam yang tengah berkembang pesat,” tulis Sucor Sekuritas dalam riset, dikutip Selasa (17/6/2025).
Batu Bara dan Target Harga
Sementara itu, di bisnis batu bara, BUMI masih yang terbesar, kendati banyak pemain batu. Produksi batu bara perseroan stabil, berkisar 80-85 juta ton per tahun, didukung oleh cadangan 940 juta ton dan sumber daya 4,5 miliar.
Kedua perusahaan batu bara BUMI, yaitu PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia, bisa memproduksi batu bara dengan biaya rendah, terlihat pada biaya kas US$ 50-65 per ton.
Sucor Sekuritas menilai, BUMI akan diuntungkan oleh perubahan tarif royalti batu bara sebagai pemegang izin usaha pertambangan khusus. Tarif royalti BUMI bisa turun dari 28% menjadi 19%.
Sucor Sekuritas memprediksi laba bersih BUMI tahun ini melemah menjadi US$ 66 juta, karena penurunan ASP. Tetapi, tahun depan, laba bersih perseroan berpotensi bangkit 14% menjadi US$ 72 juta, didorong stabilitas harga batu bara, penurunan biaya bahan bakar, dan penurunan tarif royalti.
Sucor Sekuritas menginisiasi riset saham BUMI dengan target harga Rp 160 dengan rekomendasi beli. Saat berita ini ditulis, saham BUMI turun 1,5% ke level Rp 126.










