Divestasi 14% Saham, Vale Indonesia (INCO) Bakal Rights Issue
Pemerintah menyatakan proses akuisisi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) oleh MIND ID akan menggunakan skema kombinasi, yakni antara akuisisi langsung dan rights issue.
“Jadi kemungkin kita ada saham lama setengahnya, dan ada saham baru setengahnya. Jadi Fifty-Fifty, ada right issue saham publik yang dibeli nanti. Kita umumkan nanti strukturnya di capital market,” ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, usai seremoni penandatanganan divestasi saham Vale, Senin (26/2/2024).
Sebelumnya, Holding BUMN Tambang MIND ID telah menandatangi kesepakatan dengan Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) dalam rangka akuisisi 14% saham Vale Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengonfirmasi harga 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang dilepas pada harga Rp3.050/lembar saham. Untuk diketahui, divestasi saham INCO sebesar 14% tersebut setara dengan 1.391.087.420 lembar saham yang akan dilego ke MIND ID.
Dengan demikian, dana yang dikeluarkan MIND ID untuk memborong saham Vale tersebut mencapai sekitar US$271 miliar atau sekitar Rp4,24 triliun, asumsi kurs saat ini.
Setelah divestasi itu, MIND ID bakal menggenggam sebanyak 34% porsi saham INCO, atau lebih besar dari pemegang saham terbesar lainnya, yakni Vale Canada Limited (VCL) sebanyak 33,9%, dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) 11,5%.
Namun, komposisi tersebut jauh dari perkiraan awal bahwa jatah VCL sebagai induk INCO akan berkurang 14% dari 43,79% menjadi hanya 29,79%, sehingga menempatkan MIND ID sebagai pemegang saham terbesar dan paling dominan di Vale Indonesia.
Menurut klaim Vale Base Metals (VBM), kepemilikan VCL sebesar 33,9% terhadap saham INCO tersebut sudah “seimbang” dan “akan mendukung stabilitas dan pertumbuhan kelanjutan operasi PT Vale di Indonesia.”
Hal itu diungkapkan dalam pernyataan resminya pada November tahun lalu atau setelah kesepakatan awal atau head of agreement (HoA) divestasi Vale Indonesia yang diteken di sela Pertemuan Pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik 2023, dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Indonesia Joko Widodo, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo, serta pejabat pemerintah lainnya.
VBM mengeklaim perjanjian tersebut mengguntungkan bagi Vale lantaran lantaran membuka jalan bagi pembaruan izin pertambangan INCO di Indonesia selepas 2025, yang selanjutnya memungkinkan investasi Vale dan proyek-proyek pertumbuhan baru di Bahodopi, Sorowako dan Pomalaa.










