Target Harga Saham INCO Dipangkas di Tengah Kabar Divestasi, Ternyata Ini Penyebabnya

Target price (TP) saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dipangkas dari Rp 5.900 menjadi Rp 5.000, dengan rating hold.

Tim Riset PT Samuel Sekuritas menurunkan target harga saham INCO karena ada potensi penurunan laba Perseroan pada akhir tahun 2023 dan tahun 2024, seiring tren penurunan harga nikel sejak kuartal IV-2023.

Tren penurunan nikel diproyeksi berlanjut pada tahun 2024, menjadi US$ 18.500 per ton dari proyeksi sebelumnya US$ 21.000 per ton.

“Kami melihat harga nikel global akan cenderung lemah tahun 2024 akibat melimpahnya suplai, terutama dari Indonesia. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menurunkan proyeksi laba bersih INCO sebesar 29% menjadi US$ 195 juta pada 2024,” tulis Samuel Sekuritas.

Sementara untuk tahun ini, laba INCO diproyeksi mencapai US$ 256 juta, naik 27,8% year on year (yoy) dengan proyeksi pendapatan US$ 1,19 miliar tahun 2023. Sedangkan pendapatan tahun 2024 diproyeksi turun menjadi US$ 1,03 miliar.

Sebelumnya, per kuartal III-2023, INCO membukukan laba bersih kumulatif sebesar US$ 221 juta, tumbuh 31,3% YoY. “Terkait kinerja fullyear-nya, kami memutuskan untuk menurunkan proyeksi laba INCO, karena kami memperkirakan laba INCO di kuartal IV-2023 akan lebih rendah dibandingkan kuartal III-2023, mengingat per 10 November, harga nikel LME telah turun sebesar –13.2% dari level kuartal III-2023,’’ ulas Samuel Sekuritas.

Also Read:   BlackRock dan State Street Corp Borong Lagi Saham Wijaya Karya (WIKA)

Lebih lanjut Samuel meramal, rerata harga jual (ASP) INCO akan turun ke US$ 14k/ton atau turun 11% secara kuartalan di kuartal IV-2023. “Akibatnya, kami memproyeksikan laba bersih INCO di kuartal IV-2023 akan turun menjadi US$ 257 juta (-7.9% QoQ) meski ada kenaikan produksi sebesar 3,4%,” ulas Samuel.

Adapun terkait perkembangan divestasi saham, belum lama ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan kesepakatan mengenai divestasi 14% saham INCO kepada MIND ID, sehingga kepemilikan MIND ID di INCO menjadi 34%.\

“Kami melihat hal ini sebagai katalis positif, meskipun INCO harus menyerahkan lebih banyak saham dari rencana awal menjadi 14% dari sebelumnya 11%, INCO kemungkinan besar tetap memegang kendali operasional penuh tambang Sorowako, yang menjamin terlaksananya rencana ekspansinya,” pungkas Tim Samuel.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget