Soal Akuisisi LINK, WIFI Sebut Masih Tahap Bidding

PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI) menegaskan rencana akuisisi terhadap PT Link Net Tbk (LINK) masih dalam tahap bidding . Manajemen menyebut, karena terikat perjanjian kerahasiaan (NDA) dengan pemegang saham Link Net, detail proses belum dapat diungkapkan ke publik.

“Mengenai akuisisi Link Net, ini masih dalam tahap bidding process. Karena terikat NDA dengan pemegang saham, kami belum bisa memaparkan detail. Jika sudah formal, tentu akan kami sampaikan melalui keterbukaan informasi,” Direktur Utama Surge, Yune Marketatmo dalam Public Expose, Rabu (10/9/2025).

Selain akuisisi Link Net, perusahaan juga tengah mengikuti proses seleksi tender frekuensi 1,4 GHz yang akan dilelang pemerintah. Manajemen memastikan seluruh proses akan dijalani sesuai regulasi, dan hasilnya akan diumumkan resmi bila sudah final.

Di luar aksi korporasi, kinerja WiFi pada semester I-2025 mencatatkan lonjakan signifikan. Pendapatan mencapai Rp513,5 miliar, tumbuh 66% dibanding periode sama tahun lalu (yoy). Laba bersih menembus Rp227,8 miliar atau melesat 154% yoy. EBITDA tercatat Rp405,6 miliar dengan margin 79%, level yang diklaim tertinggi di industri.

Also Read:   INCO Tegaskan Teken Kontrak Rp16T dengan PTRO pada Maret 2025

Jumlah pelanggan per Juni 2025 sudah menembus 400 ribu, dengan homepass lebih dari 800 ribu. Perusahaan saat ini menargetkan 2,5 juta homepass sampai akhir tahun ini.

WiFi juga merampungkan penerbitan obligasi Rp2,5 triliun dan rights issue Rp5,9 triliun pada Juni–Juli 2025, yang keduanya mencatat oversubscribe.

Selain itu, WiFi menerima investasi strategis Rp4 triliun dari NTT East Jepang, terdiri atas Rp1 triliun tunai dan Rp3 triliun non-tunai. Dukungan non-tunai itu berupa pembangunan joint training center, pengembangan SDM, serta adopsi standar teknologi FTTH dari Jepang ke Indonesia.

Hingga pertengahan 2025, WiFi sudah membangun jaringan di 400 dari 592 stasiun kereta api, dengan dukungan lebih dari 400 kontraktor lokal. Setiap kontraktor berkomitmen membangun 1.000–2.000 homepass per bulan.

“Kami yakin target akhir tahun akan tercapai. Model kerja sama dengan kontraktor lokal membuat pembangunan lebih cepat dan efisien,” tambah Yune.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget