Laba Gudang Garam (GGRM) Melonjak 2.440% di Semester I-2026

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan lonjakan kinerja laba yang signifikan pada semester I-2026, meski dari sisi penjualan justru mengalami penurunan.

Sepanjang semester I-2026, GGRM membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 41,18 triliun, turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 44,37 triliun.

Di tengah penjualan menyusut, beban pokok penjualan dan pendapatan turun lebih dalam dari Rp 40,58 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp 35,19 triliun pada semester I-2026.

Alhasil, laba bruto perseroan naik 58% menjadi Rp 5,99 triliun, dari sebelumnya Rp 3,79 triliun. Perbaikan kinerja GGRM juga didukung oleh penurunan beban operasional.

Beban penjualan tercatat turun 39,9% menjadi Rp 1,10 triliun, dari sebelumnya Rp 1,83 triliun.  Sementara itu, beban umum dan administrasi turun 26,8% menjadi Rp 1,16 triliun, dari Rp 1,59 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, beban bunga dan keuangan perseroan tercatat menyusut signifikan, dari Rp 219,35 miliar pada semester I-2025 menjadi hanya Rp 4,52 miliar pada semester I-2026.

Also Read:   Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 1,5% Usai Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata

Adapun kerugian selisih kurs mata uang asing tercatat sebesar Rp 10,76 miliar, naik dari Rp 1,79 miliar pada periode sebelumnya.

GGRM juga membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp 191,14 miliar, naik dari Rp 148,79 miliar, sementara beban lainnya tercatat turun tipis menjadi Rp 1,46 miliar dari sebelumnya Rp 2,31 miliar.

Kombinasi kenaikan laba bruto dan penurunan berbagai pos beban membuat laba sebelum pajak penghasilan GGRM melonjak tajam menjadi Rp 3,90 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya hanya Rp 294,37 miliar pada semester I-2025, atau melesat lebih dari 12 kali lipat.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 921,49 miliar, naik dari Rp 174,12 miliar pada periode sebelumnya, GGRM membukukan laba dari sebesar Rp 2,98 triliun.

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan laba  yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 120,25 miliar. Adapun total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih tercatat Rp 2,98 triliun, meroket 2.440% dari Rp 117,16 miliar pada semester I-2025.

Also Read:   Stock market news live updates: Stocks leap after Powell signals rate hike slowdown

Sejalan dengan lonjakan laba bersih, laba per saham dasar (basic earnings per share) GGRM dari operasi yang dilanjutkan turut melonjak 2.436,1% menjadi Rp 1.547 per saham pada semester I-2026, dari sebelumnya hanya Rp 61 per saham pada semester I-2025.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget