Saham Charoen Pokphand (CPIN) dan Japfa (JPFA) Kompak Melonjak, Ada Apa?

Source:

Harga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) kompak melonjak masing-masing sebesar 3,6% dan 4% pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/2/2024).

Penguatan harga saham CPIN dan JPFA terjadi seiring penurunan rata-rata harga jagung tingkat produsen di Jawa Timur sebesar 10% (week over week/wow) menjadi Rp 6.610/kg, serta di Jawa Tengah sebesar 4% (wow) menjadi Rp 6.470/kg. Penurunan harga jagung terjadi di tengah musim panen yang berlangsung selama Februari-Maret 2024.

“Penurunan harga jagung dapat mendorong margin laba kotor emiten poultry, mengingat mayoritas atau sekitar 50% komposisi pakan ternak terbuat dari jagung,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Reynaldo Mulya dalam ulasannya.

Selain penurunan harga jagung, sektor poultry atau perunggasan juga mendapatkan sentimen positif dari keputusan Kementerian Keuangan yang menganggarkan dana sebesar Rp 17,5 triliun untuk bansos daging ayam, telur, dan beras pada Januari-Juni 2024.

“Kami menilai bahwa bansos berpotensi meningkatkan volume penjualan serta menjaga stabilitas harga ayam broiler dan DOC (day old chicks) untuk beberapa waktu ke depan,” sebut Reynaldo.

Also Read:   China to impose 34% retaliatory tariff on all goods imported from the U.S.

Rekomendasi dan Target Harga Saham

Para pemain di industri poultry Indonesia dapat dikategorikan menjadi dua kelompok. Pertama, pemain terintegrasi yaitu Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), dan Malindo Feedmill (MAIN). Kedua, peternak mandiri.

Para pemain poultry terintegrasi seperti CPIN, JPFA, dan MAIN mengelola seluruh prosesnya, mulai dari pakan, DOC, ayam pedaging, hingga makanan olahan. Pendapatan yang dihasilkan oleh pemain terintegrasi terutama didorong oleh segmen pakan dan ayam pedaging, yang menyumbang lebih dari 60% terhadap total pendapatan dalam lima tahun terakhir.

“Namun, laba operasional dalam tiga tahun terakhir sangat dipengaruhi oleh segmen pakan, dengan kontribusi lebih dari 50%,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih dalam risetnya.

Mirae menaikkan peringkat sektor poultry menjadi overweight dari sebelumnya netral, karena mengantisipasi kenaikan harga DOC dan broiler pada 2024. “Ekspektasi tersebut didukung oleh membaiknya daya beli segmen menengah ke bawah, dampak positif pada tingkat kelebihan pasokan, dan analisis harga historis,” jelas Andreas.

Also Read:   Laba Bersih BRI (BBRI) Naik Didorong Kredit Mikro, Simak Rekomendasi Sahamnya

Karena itu, Mirae mempertahankan saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) sebagai pilihan utama. Rekomendasinya buy dengan target harga Rp 6.150. Mirae juga memberikan rekomendasi buy untuk saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), dengan target harga Rp 1.380.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget