Merdeka Copper Gold (MDKA) Catat Kenaikan Produksi Emas 10% Tahun 2023

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat jumlah produksi emas pada 2023 naik 10,81% (yoy) menjadi 138.666 ounces (oz), dengan total biaya tunai US$ 842 per oz dan harga jual US$ 1.939 per oz.

Disebutkan, produksi emas Perseroan pada tahun 2022 berjumlah 125.133 ounces.

Sedangkan untuk 2024, perseroan menargetkan produksi Tambang Emas Tujuh Bukit di rentang 100-120 ribu ounce. Hal ini didukung sentimen positif harga emas yang saat ini sudah menembus angka US$ 2.000 per oz dan diprediksi akan terus meningkat tahun ini.

“MDKA mencatat hasil kinerja yang mengesankan untuk tahun 2023. Melalui komitmen yang kokoh, inovasi berkelanjutan, dan fokus pada keunggulan operasional, Merdeka berhasil mencatat pencapaian yang sangat baik sepanjang tahun lalu,” terang General Manager Communications Merdeka Copper Gold Tom Malik secara tertulis, Kamis (15/2/2024).

Di sisi lain produksi tembaga MDKA sepanjang 2023 dari Tambang Tembaga Wetar yang dikelola PT BKP-BTR, tercatat mencapai 12.706 ton dengan total biaya tunai US$ 3,74 per lb dan rerata harga jual US$ 8.578 per ton.

Also Read:   May jobs report: Payrolls rise by 390,000 as unemployment holds at 3.6%

PT BKP-BTR juga mencatat pendapatan baru dari pengiriman bijih pirit ke Pabrik acid iron metal (AIM) yang dioperasikan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), anak perusahaan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan total 30.000 ton bijih pirit.

“Target produksi Tambang Tembaga Wetar untuk 2024 direntang 14 -16 ribu ton, juga naik dibanding 2023,” sambung Tom.

Dia menilai, capaian itu sekaligus menegaskan posisi perusahaan sebagai emiten tambang terkemuka yang terus mengembangkan proyek-proyek kelas dunia.

Selain peningkatan produksi emas pada 2023, anak perusahaan Merdeka yakni PT Bumi Suksesindo (PT BSI) yang mengelola operasi Tambang Emas Tujuh Bukit, menerima penghargaan Pusaka Tere Bina Utama dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hal itu merupakan pengakuan tertinggi atas komitmen dan kinerja BSI dalam mengelola lingkungan. Entitas anak MDKA ini juga meraih penghargaan Tamasya Award dari kementerian ESDM, atas komitmennya dalam memberdayakan dan pengembangan masyarakat serta komunitas masyarakat lokal.

Dalam lingkup pelestarian lingkungan, PT BSI juga tercatat telah menyelesaikan penggarapan lahan kompensasi seluas 1.991 hektar. Jumlah ini sudah melebihi kewajiban yang ditentukan dan menjadikannya lahan kompensasi terbesar yang diserahkan lembaga swasta kepada pemerintah.

Also Read:   Microsoft misses on Q4 earnings, cloud business falls short

“Beberapa tahun ke depan merupakan periode transformasi bagi Merdeka, yang akan mengembangkan sumber daya mineral kelas dunia dan mengoperasikan tambang-tambang berumur panjang,” sambung Tom.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget