Jor-joran! United Tractors (UNTR) Usul Dividen Final Rp 6.185 per Saham

Source:
Investor.id

PT United Tractors Tbk (UNTR) mengusulkan pembagian dividen final tahun buku 2022 sebesar Rp 6.185 per saham. Perseroan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2023.

“Direksi United Tractors merencanakan untuk mengusulkan dividen final yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 6.185 per saham. Dividen final ini akan diusulkan bersama dengan dividen interim Rp 818 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2022,” ungkap Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis dalam keterangan tertulis, Senin (27/2/2023).

Dengan demikian, total dividen emiten berkode saham UNTR tersebut menjadi sebesar Rp 7.003 per saham untuk tahun buku 2022.

“Perlu dicatat bahwa kepastian mengenai jumlah dividen yang akan dibagikan ini bakal tetap tunduk pada adanya persetujuan dari RUPST perseroan,” jelas Sara.

Adapun usulan direksi atas dividen final yang lebih tinggi itu didasarkan atas profitabilitas perseroan yang sangat baik, yang didukung oleh tingginya harga batu bara pada 2022 yang belum pernah terjadi sebelumnya serta kinerja operasional yang solid.

Also Read:   Yen Drops to Fresh 24-Year Low as US-Japan Policy Gap Weighs

UNTR percaya bahwa fundamental operasional dan kondisi neraca yang kuat akan memungkinkan perseroan untuk terus menyalurkan modal di Indonesia dan mempercepat strategi transisi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan bisnis non batu bara serta mengembalikan sebagian excess capital kepada pemegang saham.

Sepanjang 2022, divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi UNTR mencatat laba bersih Rp 12,7 triliun, melesat 107% dibandingkan tahun 2021. Ini terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih tinggi dari penjualan alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan batu bara yang diuntungkan oleh harga batu bara yang sangat tinggi.

Adapun total laba bersih UNTR pada 2022 melonjak 104% menjadi Rp 21 triliun dibandingkan tahun 2021.

Sementara itu, penjualan alat berat Komatsu meningkat 86% menjadi 5.750 unit dan pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga meningkat.

Bisnis kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat peningkatan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 12% menjadi 954 juta bank cubic metres, sementara peningkatan produksi batu bara tercatat relatif stabil, yaitu sebesar 116 juta ton.

Also Read:   XL Axiata (EXCL) Gandeng Quest Motors Garap Kendaraan Listrik

Anak usaha UNTR di bidang pertambangan juga melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 10% menjadi 9,9 juta ton, termasuk penjualan 2,4 juta ton batu bara metalurgi.

Di sisi lain, PT Agincourt Resources, anak usaha yang 95% sahamnya dimiliki UNTR, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 13% menjadi 286.000 ons.

Sedangkan perusahaan kontraktor umum yang 82,2% sahamnya dimiliki UNTR, yiatu PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat rugi bersih yang lebih rendah sebesar Rp 449 miliar dibandingkan rugi bersih Rp 696 miliar pada tahun sebelumnya. Rugi bersih ini terutama karena perlambatan penyelesaian beberapa proyek.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget