ITMG Ungkap Rencana Akuisisi Tambang Mineral 2024, Begini Kriteria Incarannya

Emiten tambang batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjajaki peluang diversifikasi baru ke bisnis non batu bara, dengan mengakuisisi perusahaan tambang mineral pada tahun 2024.

Direktur PT Indo Tambangraya Megah Tbk Ignatius Wurwanto mengatakan, ITMG sedang mengusung transformasi energi bersih. Untuk mewujudkan visi tersebut, akusisi dan kerja sama strategis akan dilakukan, salah satunya pada bisnis tambang mineral.

‘’Saat ini pertambangan batu bara masih menjadi tulang punggung ITMG, namun peluang-peluang di energi bersih terus kami upayakan dalam menghadapi transisi energi dan bisnis berkelanjutan,’’ papar Wurwanto saat ditemui di acara ESG Disclosure Transparency Awards 2023 yang digelar oleh investortrust.id dan Bumi Global Karbon, Rabu malam (30/11/2023).

Terkait rencana akuisisi tadi, saat ini kata Wurwanto, ITMG sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan mineral yang akan jadi target akuisisi. ‘’Kami sudah ngobrol dengan perusahaan pemilik tambang mineral, ada juga yang sedang kami lirik dan jajaki,’’ urainya.

Meski begitu ITMG mengaku berhati-hati, sebab kata Wirwanto ITMG belum punya pengalaman di bisnis tambang mineral, sehingga ekspansi ke bisnis ini akan dilakukan bertahap. ‘’Kami belum bisa sebutkan berapa size perusahaan mineral yang kami incar, tapi rencana ini (akuisisi) akan direalisasikan tahun 2024,’’ ujarnya.

Also Read:   Credit Suisse shares tank after Saudi backer rules out further assistance

Lebih lanjut Wurwanto menyebut, syarat perusahaan mineral yang akan diakuisisi harus menjalankan bisnisnya secara clear and clean, comply terhadap aturan serta prudent. “Kami kan perusahaan publik, karena itu perusahaan yang akan diakuisisi harus perusahaan yang baik dan taat aturan,’’ imbuhnya.

Selain akuisisi, ITMG juga membuka opsi kerja sama strategis pengembangan tambang mineral, sayangnya Wurwanto belum mau menyebut alokasi dana yang disiapkan untuk masuk ke bisnis baru tersebut.

Di luar rencana tambang mineral, ITMG juga sedang menjajaki pengembangan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). ‘’Untuk hydro kita ada proyek di Bontang, akan dikembangkan lagi. Sedangkan PLTS kami sudah punya beberapa pilot project di area tambang dengan kapasitas 2 – 3 mega watt, di mana listrik yang dihasilkan untuk memasuk kebutuhan internal,’’ imbuhnya.

Transformasi energi bersih juga dijajaki pada pengembangan underground coal gasifikasi. Untuk proyek ini ITMG menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Kementerian ESDM. ‘’Saat ini sedang Initial visibility study dan secara teknikal bisa diterima, dan pengembangnnya tentu memperhitungkan liability,’’ imbuhnya.

Also Read:   Brent Oil Futures Rise Towards US$ 90 as Supply Risks Intensify

Recommended Articles

Top Portfolio Widget