Pertamina Geothermal (PGEO) Kuasai 40% Blok Way Ratai

Source:
Investor.id

Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE dengan Chevron New Energies melalui PT Jasa Daya Chevron dalam menggarap wilayah kerja panas (WKP) di Way Ratai, Lampung memiliki komitmen eksplorasi sebesar US$ 28,85 juta atau setara Rp 450 miliar.

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy atau PGE Nelwin Aldriansyah mengungkapkan, dalam kemitraan tersebut PGE memegang porsi minoritas yakni 40%. Sedangkan Chevron menguasai sebanyak 60% dari total komitmen eksplorasi sebesar US$ 28,85 juta.

“60%Chevron dan 40% PGE,” jawab Nelwin singkat kepada Investor Daily baru-baru ini.

Artinya,anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut harus menyetorkan kurang lebih sebesar Rp 180 miliar untuk memenuhi komitmen eksplorasinya di proyek panas bumi Way Ratai. Di sisi lain, Chevron selaku investor mayoritas mesti mengucurkan sebesar Rp 270 miliar.

“Jadi, memang ada komitmen eksplorasi yang harus kami setorkan kurang lebih sebesar Rp 180 miliar,” sambung Nelwin.

Hal ini cukup berdasar, sebab turunan dari kemitraan kedua perusahaan energi terbesar ini adalah membentuk perusahaan patungan atau badan usaha lokal yang secara resmi akan menjadi pemegang izin panas bumi (IPB).

Also Read:   BCA (BBCA) Gelar RUPST 2023, Intip Prakiraan Dividen yang Dibayarkan

Sebagaimana tertuang dalam keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang terbit pada 12 Juni 2023 terkait penetapan konsorsium PGE dan Chevron sebagai pemenang lelang WKP daerah Way Ratai, Lampung.

Mencermati kinerja PGEO, tim riset Investasiku (Mega Capital Sekuritas) dalam riset yang dipublikasi baru-baru ini memproyeksikan, PGEO akan diuntungkan oleh rencana pemerintah melalui PT PLN (Persero) yang ingin menurunkan penggunaan energi fosil dari 87% posisi saat ini menjadi 70% dalam 10 tahun ke depan.

Pasalnya, emiten berkode saham PGEO ini memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang berkontribusi besar pada pihak PLN. “PGE sepanjang semester pertama 2023 mencatat laba bersih naik sebesar 30,1% menjadi US$ 92,7 juta jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama,” tulis riset tersebut.

Ditambah lagi, pada enam bulan pertama 2023 tersebut, perseroan juga konsisten mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan seiring dengan ekspansi dan menurunnya beban utang.

Dari sisi laba bersih, komponen ini didorong oleh pendapatan sepanjang semester pertama tahun ini yang naik 11,9% menjadi US$ 206.7juta daripada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 184.7 juta.

Also Read:   Breaking! Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan uap dan listrik kepada pihak berelasi yaitu PT Indonesia Power dari sumur Kamojang sebesar US$ 34.2 juta. Selain itu, ada pula penjualan operasi sendiri sebesar US$ 195,6 juta dan production allowance pihak ketiga sebesar US$ 11,2 juta.

Karena itu, secara teknikal tim riset Investasiku memprediksi, saham PGEO masih akan bergerak uptrend. Ini ditandai oleh pergerakan harga yang berada di atas MA20 dan berpotensi menguat ke area fibonacci external retracement 1.618.

“Kami melihat, PGEO berpeluang melanjutkan tren naiknya karena didukung indikator MACD yang masih di zona positif dan indikator stochastic yang masih mengarah ke atas. Support pertama PGEO ada di area 1.425 dan support kedua ada di area 1.150 dengan resistance selanjutnya di area 1.785,” jelas tim riset Investasiku.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget