Net Sell Asing Gede Banget, Saham Ini Digempur

Source:

Investor asing lagi-lagi melakukan transaksi jual bersih (net sell) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025), bahkan dengan nilai jumbo. Asing gencar melepas saham BBCA, plus BMRI dan BBRI.

Net sell asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 2,15 triliun. Dengan begitu, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 53,1 triliun – berdasarkan data BEI.

Net sell terbesar di pasar reguler hari ini dialami saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 1,6 triliun.

Selain saham BBCA, asing juga banyak menjual saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Net sell asing pada saham BMRI sebesar Rp 734,1 miliar dan BBRI senilai Rp 110,2 miliar.

Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp 261,1 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup ambles lagi sebesar 94,42 poin (1,21%) ke level 7.736. Ini melanjutkan pelemahan selama dua hari beruntun.

Also Read:   Acquisition of Petrosea (PTRO), Petrindo Jaya (CUAN) Uses Loan Funds from BNI

Berdasarkan data BEI, sebanyak 171 saham naik, 539 saham turun, dan 99 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 23,26 triliun.

Hampir seluruh sektor saham memerah pada penutupan perdagangan hari ini. Sektor teknologi memimpin pelemahan, karena ambrol 2,7%. Diikuti, pelemahan di sektor transportasi sebesar 2%, sektor keuangan 1,9%, sektor infrastruktur 1,7%, dan sektor barang konsumsi non primer 1,4%.

Sedangkan penguatan terjadi di sektor perindustrian 1,3% dan sektor kesehatan 0,9%.

Malah Auto Reject Atas (ARA)

Sementara itu, sebanyak enam saham justru melesat hingga membentur batas auto reject atas (ARA) dan masuk daftar top gainers alias top cuan. Bahkan ada saham yang melambung hingga 34,5% dalam sekejap.

Saham ARA tersebut adalah PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) yang melonjak 34,5% menjadi Rp 218, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) melejit 34,3% menjadi Rp 86, dan PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) melonjak 34% menjadi Rp 122.

Selanjutnya, saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) terangkat 25% menjadi Rp 3.850, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) terdongkrak 24,8% menjadi Rp 4.720, dan PT Shield on Service Tbk (SOSS) terkerek 24,4% menjadi Rp 815.

Also Read:   Harga Batubara Merosot, Begini Proyeksi Kinerja Indo Tambangraya (ITMG)

Sebaliknya, ada lima saham boncos parah dan masuk daftar top losers. Terparah, saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) hingga membentur batas auto reject bawah (ARB) karena anjlok 14,8% menjadi Rp 252.

Diikuti, saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) terpangkas 12,1% menjadi Rp 276, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) tergerus 12% menjadi 73, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) terkikis 11,6% menjadi Rp 380, dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) jeblok 10% menjadi Rp 36.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget