Lo Kheng Hong Tambah Koleksi Saham Bank Ini
Kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terpantau bertambah.
Pasalnya, investor kawakan itu tercatat jadi memiliki 19.764.000 saham BNGA atau 0,08% per 31 Oktober 2023. Membuatnya berada di nomor 13 pemegang saham terbesar Bank CIMB Niaga (BNGA).
Di akhir bulan September 2023, Pak Lo – sapaan akrabnya – saat itu masih memegang 12.912.600 saham BNGA atau 0,05%. Artinya, jumlah saham BNGA koleksi Lo Kheng Hong bertambah 6.851.400 saham di akhir Oktober.
Pada perdagangan sesi I, Jumat (10/11/2023), saham BNGA diparkir di Rp 1.700 atau turun 0,29%. Dengan asumsi harga tersebut, maka nilai kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham BNGA mencapai Rp 33,59 miliar.
Selain BNGA, Lo Kheng Hong juga tercatat sebagai pemegang saham PT Bank OCBP NISP Tbk (NISP). Per 30 September, Pak Lo memiliki 120.844.700 saham atau 0,53%. Jumlahnya masih sama dengan data per 31 Agustus. Pak Lo menjadi pemegang saham terbesar nomor 8 dari NISP.
Pada sesi I tanggal 10 November, saham NISP diparkir di Rp 1.090 (+0.46%). Dengan asumsi harga itu, nilai kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham NISP mencapai Rp 131,72 miliar.
Harapan
Sebelumnya diberitakan, investor kawakan Lo Kheng Hong menjadi salah satu pembicara pada Seminar Utama: Investor sebagai Pemenang di Tahun Politik, Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023, Kamis (26/10/2023).
Di situ Lo Kheng Hong mendapatkan pertanyaan dari seorang hadirin terkait saham yang bisa dipegang seumur hidup.
Menurut Pak Lo, sapaan akrabnya, memang ada saham-saham yang bisa dipegang seumur hidup. Tapi harus dipastikan dahulu bahwa saham tersebut adalah saham dari wonderful company. Perusahaan yang labanya besar dan terus bertumbuh.
“Ada saham-saham yang boleh dipegang seumur hidup. Tapi kalau kita pegang saham yang seumur hidup, harus dipastikan bahwa itu wonderful company,” ungkap Lo Kheng Hong dikutip dari Youtube Indonesia Stock Exchange.
Lo Kheng Hong tercatat sebagai pemegang saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Dan ia membuka kemungkinan bahwa saham kedua bank ini bisa saja dipegangnya seumur hidup. Pak Lo berharap NISP dan BNGA dapat mengukir prestasi seperti yang telah dilakukan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
“Dan kalau you lihat ada nama saya di OCBC NISP di annual report sebagai pemegang saham di situ. Ada di Bank CIMB juga di annual report ada nama saya. Itu mungkin bisa dipegang sama saya forever karena kalau kita lihat prestasi Bank BCA itu selama 23 tahun dia growing bertumbuh,” terang investor berusia 64 tahun.
“Semoga saya membeli bank yang aset Rp 350 triliun, Rp 250 triliun bisa mengulangi prestasi apa yang sudah dilakukan BCA,” lanjutnya.
Dia menilai, BCA adalah wonderful company lantaran dalam 23 tahun sahamnya terus melambung. “Karena saham BCA itu wonderful company, bukan rekomendasi membeli atau menjual. Company itu dalam 23 tahun sudah memberikan capital gain kepada masyarakat 26.000%,” papar Lo Kheng Hong.










