INDY Klaim Sudah Produksi 100 Ribu Motor Listrik per Tahun
INDY telah menghabiskan investasi sebesar US$25 juta atau setara Rp373,8 miliar, untuk pengembangan kendaraan listrik. Perseroan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik melalui tiga perusahaan, yakni PT Ilectra Motor Group, PT Foxconn Indika Motor, dan PT Energi Makmur Buana (EMB).
Perseroan melalui anak usahanya PT Ilectra Motor Froup (IMG) telah memproduksi motor listrik dengan merek ALVA di Kawasan Cikarang, Jawa Barat.
Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) motor listrik jenis Alva One tercatat telah mencapai 44%. Sehingga, masuk dalam jenis motor listrik yang mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar Rp7 juta per unit. Alva, saat ini sudah menjual preorder ribuan, dengan kapasitas produksi 100.000 unit per tahun.
IPCC Tambah Capex Jadi Rp 200 Miliar : IPCC akan meningkatkan alokasi capex sebanyak 76%, menjadi sekitar Rp 150-200 miliar pada 2024. Sedangkan untuk tahun ini perseroan menganggarkan capex Rp 35 miliar. Pada tahun depan, perseroan merencanakan penambahan kapasitas gedung parkir sebanyak lima lantai, dengan luas sekitar 3,8 hektare.
Pembangunan gedung parkir tersebut akan menambah kapasitas sebanyak 2.000 unit. Sesuai rencana, peningkatan kapasitas tersebut mulai dikerjakan pada tahun ini, dengan melakukan detail engineering design (DED), dan ditargetkan mulai konstruksi pada awal tahun depan.
TLKM Usulkan Rasio Dividen 80% : TLKM menanti persetujuan para pemegang saham pada RUPS Rabu (30/5), untuk pelaksanaan Fix Mobile Convergence (FMC).
Integrasi bisnis fixed mobile convergence (FMC) ini telah berjalan sejak 2022 dengan tujuan menggabungkan layanan fixed broadband dan mobile broadband di bawah naungan Telkomsel. Perseroan berpotensi menebar dividen Rp 16 triliun tahun buku 2022, berdasarkan rasio dividen yang diusulkan berkisar 70-80%.










