Harga CPO Akhirnya Naik Setelah Turun 3 Hari Beruntun
Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) naik pada perdagangan kemarin. Kenaikan terjadi usai harga turun tiga hari beruntun.
Pada Kamis (23/10/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Januari tahun depan ditutup di MYR 4.470/ton. Menguat 031% dibandingkan hari sebelumnya.
HArga CPO pun memutus rantai koreksi tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga berkurang 1,42% secara point-to-point.
Perkembangan harga minyak nabati lainnya ikut mempengaruhi pembentukan harga CPO. Kemarin, harga minyak kedelai di Chicago Board Trade (Amerika Serikat/AS) melesat 1,34%.
Harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) memang ditutup melemah 0,7%. Namun koreksi ini melandai, karena saat pembukaan pasar sempat lebih dalam dari itu.
Saat harga minyak kedelai merangkak naik, harga CPO akan ikut terangkat. Sebab, kedua komoditas ini bisa saling menggantikan, bersaing di pasar minyak nabati.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga CPO untuk hari ini, Jumat (24/10/2025)? Apakah bisa naik lagi atau malah kembali ke jalur koreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI CPO belum jauh di bawah 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 6. Jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga CPO berpeluang naik lagi. Cermati pivot point di MYR 4.485/ton. Jika tertembus, maka ada kemungkinan akan menguji resisten MYR 4.500/ton yang merupakan Moving Average (MA) 10.
Andai terkoreksi, maka harga CPO sepertinya akan mengetes support terdekat di MYR 4.452/ton. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke rentang MYR 4.433-4.414/ton.










