Gubernur BI Tegaskan Bunga Acuan Memadai, Tak Perlu Naik Lagi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan bahwa suku bunga acuan yang ada saat ini sudah memadai. Bank sentral belum berencana mengubah suku bunga.

“(BI 7 Day Reverse Repo Rate) 5,75% itu tetap memadai. Sejak Januari, tidak ada rencana untuk menaikkan kembali suku bunga,” tegas Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan lalu, Perry dan kolega sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%. BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak berubah sejak Januari atau 4 bulan beruntun.

“Cukuplah itu,” ujar Perry.

Menurut Perry, suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) sudah memuncak. BI memperkirakan Federal Funds Rate mencapai puncaknya (terminal rate) di sekitar 5,25%.

Saat ini suku bunga acuan Negeri Paman Sam ada di kisaran 5-5,25%. Mengutip CME FedWatch, pasar memperkirakan itu adalah puncak suku bunga, tidak akan naik lagi.

Bahkan pasar menilai ada peluang The Federal Reserve/The Fed bisa menurunkan suku bunga acuan dalam rapat September mendatang. Kemungkinan penurunan 25 basis poin (bps) adalah 50,2%.

Also Read:   Lo Kheng Hong Full Senyum, Pendapatan & Laba Intiland (DILD) Melesat

“Fed Funds Rate sesuai prediksi kami, 5,25%. Naga-naganya itu terakhir kenaikannya,” kata Perry.

Dengan adanya kepastian dari sisi suku bunga di AS, tambah Perry, investor akan lebih tenang. Arus modal pun mengalir ke Indonesia sehingga mendukung nilai tukar rupiah.

“Sekarang sudah ada kepastian Fed Funds Rate, rupiah menguat mengarah pada nilai fundamentalnya. Inflasi rendah, pertumbuhan tinggi, imbal hasil menarik, inflow masuk,” tuturnya.

Oleh karena itu, Perry meyakini bahwa BI 7 Day Reverse Repo Rate sudah layak (appropriate). “Kita akan evaluasi dari bulan ke bulan, tetapi BI 7 Day Reverse Repo Rate 5,75% tetap memadai untuk suku bunga ke depannya,” sebutnya.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget