Gandeng UNTR, Hartadinata (HRTA) Siap Pasok Bullion Bank

Source:

Emiten perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) tengah berupaya menjadi kontributor utama penyedia emas untuk Bullion Bank milik Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).

Direktur Investor Relation Hartadinata Thendra Crisnanda menerangkan, penjualan emas Hartadinata kepada kedua Bullion Bank tersebut telah mencapai 4,8 ton sepanjang periode paruh pertama 2025. Angka itu setara dengan 51% dari total pendapatan konsolidasi emas perseroan pada periode yang sama.

Melalui penjualan emas sebesar 4,8 ton kepada dua Bullion Bank, Thendra menilai bahwa kontribusi Hartadinata terhadap pasokan emas Bullion Bank hanya mencerminkan 20% dari total kebutuhan emas di kedua tempat tersebut. Maka dari itu, Hartadinata berupaya membeli sumber emas lainnya selain dari PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Adapun berdasarkan laporan keuangan BRMS per Juni 2025, pembeli emas terbesar perseroan adalah Hartadinata, dengan besaran US$111,79 juta pada paruh pertama 2025. Angka itu mencerminkan 95,05% dari total penjualan BRMS pada periode yang sama.

Kini, demi memenuhi penjualan domestik melalui Bullion Bank, Hartadinata menandatangani kerja sama dengan anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Sumbawa Jutaraya.

Also Read:   Gazprom Threatens To Curb European Gas Flows Through Ukraine

“Hartadinata pun akan mulai mendapatkan supply, yang lebih signifikan itu dari salah satu anak usaha United Tractors. Nah ini merupakan salah satu strategi Hartadinata untuk bisa memperkuat posisi kami di ekosistem Bullion Bank,” katanya dalam paparan publik, Senin (8/9/2025).

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Hartadinata Ong Deny, mengatakan perseroan telah menandatangani kerja sama jual beli logam mulia emas dengan PT Sumbawa Jutaraya pada 28 Agustus 2025.

PT Sumbawa Jutaraya merupakan anak usaha emiten Grup Astra UNTR. Merujuk laporan keuangan UNTR, PT Sumbawa Jutaraya bergerak di bidang konsesi penambangan emas yang beroperasi komersial sejak 2024. Jumlah aset PT Sumbawa Jutaraya sebelum eliminasi tercatat Rp3,26 triliun per 30 Juni 2025.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha masing-masing pihak,” tulisnya dalam keterbukaan informasi beberapa waktu lalu.

Adapun sepanjang 2025, Hartadinata disebut akan lebih fokus pada penjualan domestik ketimbang ekspor. Terutama, pada pemenuhan Bullion Bank. Pasalnya, sepanjang paruh pertama 2025, penjualan Bullion Bank terhadap total pendapatan Harta mencapai 92%.

Also Read:   Kinerja Emiten Ritel Diprediksi Tumbuh Single Digit, Intip Prospeknya

Terlebih lagi, segmen perhiasan emas masih dibayang-bayangi oleh melemahnya daya beli masyarakat.

“Memang di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi dan juga ada perlambatan dari daya beli masyarakat Indonesia, secara overall, memang kontribusi dari penjualan bullion ini masih akan mendominasi penjualan di Hartadinata,” tutupnya.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget