Fokus ke GoPay, GOTO Alihkan Sebagian Sisa Dana Hasil IPO
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana untuk mengubah alokasi sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Agenda ini akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dalam waktu dekat.
Dalam mata acara RUPSLB, dikutip Senin (2/6/2025), salah satu perubahan alokasi dana IPO adalah dari Velox Digital Singapore Pte. Ltd. (VDS). Perusahaan ini sebelumnya mendapat jatah 5% dana IPO atau setara sekitar Rp678,72 miliar.
Seiring berjalannya waktu, VDS menyerap Rp274,87 miliar sebagai modal kerja.
Sisa dana Rp403,86 miliar nanti tidak dialokasikan lagi untuk VDS, melainkan untuk GOTO sebagai modal kerja dan untuk PT Dompet Anak Bangsa (DAB), entitas yang mengelola layanan GoPay.
Alokasi untuk keduanya masing-masing sebesar Rp300 miliar dan Rp103,86 miliar.
GOTO juga akan mengusulkan perubahan alokasi dana IPO dari Go Viet Technology Trading Joint Stock Company (GVT), yang semula menerima alokasi dana senilai Rp678,72 miliar.
Sebesar Rp273,97 miliar telah disalurkan ke GVT, dan sisanya sebesar Rp404,75 miliar akan dialihkan seluruhnya ke PT DAB.
Manajemen GOTO menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan internal, VDS tidak lagi memerlukan tambahan modal karena telah memiliki kemampuan finansial mandiri.
Adapun GVT kini tidak lagi beroperasi secara komersial setelah penutupan kegiatan operasional di Vietnam.
Sebaliknya, GoPay dinilai membutuhkan tambahan pendanaan seiring dengan fokus perseroan dalam memperkuat dan mengembangkan bisnis di sektor layanan keuangan digital.
Dana yang dialihkan ke GoPay akan digunakan untuk pengembangan dan inovasi produk, program pemasaran untuk akuisisi pelanggan, peningkatan teknologi, serta kebutuhan operasional.
GOTO akan meminta restu pemegang saham terkait rencana tersebut dalam RUPSLB yang bakal digelar pada 18 Juni 2025.










