China Dibuat Geram Atas Rencana Biden untuk Menaikkan Tarif Impor Baja dan Aluminium

Source:

Kementerian Perdagangan China mengatakan pihaknya dengan tegas menolak kenaikan tarif yang dipasang Amerika Serikat terhadap produk baja dan aluminium China.

Beijing pun berjanji akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya.

Presiden AS Joe Biden pada hari Rabu menyerukan adanya tarif yang lebih tinggi terhadap produk logam Tiongkok, yang membuat marah Beijing.

“Kami mendesak AS untuk mengatasi masalahnya sendiri, berhenti menaikkan tarif terhadap produk-produk Tiongkok, dan segera mencabut tarif tambahan terhadap Tiongkok,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan.

Pemerintahan Biden mengancam akan menaikkan tarif dan juga menekan Meksiko untuk melarang China menjual produk logamnya ke Amerika secara tidak langsung dari sana.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan tipikal unilateralisme dan proteksionisme yang ditentang oleh China.

“AS telah mengabaikan tatanan dan aturan ekonomi dan perdagangan internasional, mempolitisasi masalah ekonomi dan perdagangan, menyalahgunakan prosedur peninjauan tarif, dan secara terbuka menuntut penyesuaian tarif secara sewenang-wenang terhadap produk-produk Tiongkok,” kata juru bicara tersebut.

Also Read:   Ford cuts prices of F-150 Lightning by nearly $10K

“Tekanan AS terhadap negara-negara lain untuk membatasi produk Tiongkok akan merusak keamanan dan stabilitas rantai pasokan dan industri global,” lanjutnya.

Ini adalah langkah terbaru AS untuk menempatkan hambatan perdagangan di hadapan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini. AS juga meluncurkan penyelidikan terhadap praktik perdagangan China di sektor pembuatan kapal, maritim, dan logistik.

AS Sebelumnya juga sudah memperketat aturan ekspor semikonduktor, sehingga mempersulit China untuk mengakses chip kecerdasan buatan dan alat pembuatan chip AS.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget