Bisnis Emas BRIS Lompat 78,6%, Tembus Rp22,9 Triliun pada 2025

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat lonjakan signifikan pada kinerja bisnis emas sepanjang 2025.

Segmen Cicil Emas dan Gadai Emas (non-bullion bank) tumbuh 78,60% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan total volume mencapai Rp22,90 triliun.

Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarna mengungkapkan, nilai tersebut terdiri dari Cicil Emas sebesar Rp12,89 triliun dan Gadai Emas Rp10,02 triliun.

“Jadi kalau kita lihat, Cicil Emas naik sampai 101,23% yoy. Kenaikan yang luar biasa. Kemudian Gadai Emas-nya juga turut tumbuh dengan tinggi yaitu di angka 56,05%,” kata Anton dalam paparan kinerja perseroaan, Jumat (6/2/2026).

Tak hanya itu, pada segmen bullion bank, penjualan emas BSI sepanjang tahun lalu mencapai 2,2 ton.

“Ini pertumbuhan yang luar biasa. Dan insyaallah kami akan terus mensosialisasikan terkait investasi emas ini agar masyarakat makin paham terkait model investasi emas,”  jelasnya.

Seiring lonjakan bisnis tersebut, jumlah nasabah produk emas BSI kini telah menembus lebih dari 1 juta orang.

Sekitar 640 ribu nasabah berasal dari produk non-bullion seperti Cicil Emas dan Gadai Emas, sementara sekitar 530 ribu lainnya merupakan nasabah bullion untuk layanan titipan dan jual beli.

Also Read:   Lewat Penyaluran Kredit, BNI Dorong UMKM Agar Bisa Naik Kelas

“Mudah-mudahan tahun ini kita akan meningkat lebih tinggi lagi. Mudah-mudahan bisa sampai ke mungkin apakah 2 juta atau mungkin lebih dari itu,” tuturnya.

Laba 2025

Adapun, BSI mencetak laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang 2025 atau naik 8% secara tahunan (yoy) dibanding 2024 yang sebesar Rp7,01 triliun.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan kinerja perusahaan ditopang pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), serta ekspansi bisnis emas dan digital.

Alhamdulillah tadi kami sudah sampaikan pertumbuhan tahun 2025 double digit dan sustainable sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Eko dalam paparan kinerja perseroan, Jumat (6/2/2026).

Lebih jelasnya, perseroan mencatat total aset pada 2025 mencapai Rp456 triliun atau naik 11,64% dibanding tahun sebelumnya. Sementara tabungan tumbuh 15,7% menjadi Rp163 triliun.

Selain itu, pada 2025 BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp319 triliun naik 14,49% dibandingkan tahun sebelumnya Rp278,48 triliun. Dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) gross di level 1,81%.

Also Read:   McDonald's, Starbucks, Coca-Cola join corporate America’s exit from Russia

Dari sisi bisnis, segmen emas menjadi salah satu motor pertumbuhan utama dengan lonjakan sebesar 78,6% menjadi Rp22,9 triliun. Tabungan Haji juga mencatatkan kinerja dengan nilai Rp15,9 triliun atau tumbuh 10,03% secara yoy.

“Ini menjadi engine kami yang juga akan membantu untuk penurunan cost of fund,” tegasnya.

Recommended Articles

Top Portfolio Widget