BI Buka Peluang Pangkas BI Rate Kuartal IV 2024, Ini Alasannya
Bank Indonesia (BI) membuka peluang penurunan suku bunga acuan baru akan berlangsung pada kuartal IV 2024, meski sejumlah ekonomi menilai ini saat yang tepat untuk memangkas BI rate.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan alasan utama bank sentral menahan BI rate di level 6,25% karena lebih berfokus untuk menjaga stabilitas penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang secara fundamental dianggap masih akan cenderung terus menguat.
“Kami masih tetap akan melihat ruang terbuka bagi penurunan BI rate pada kuartal IV, sementara triwulan III kami berfokus untuk penguatan lebih lanjut stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry.
Perry menilai penguatan rupiah baik untuk ekonomi Indonesia. Pasalnya, hal ini membuat harga pangan menjadi lebih murah, dan mendukung inflasi rendah, khususnya imported inflation. Selain itu, penguatan rupiah juga mendukung sektor industri yang terkait dengan kandungan barang impor tinggi.
“Terutama sektor terkait barang impor yang menciptakan lapangan kerja, contohnya industri tekstil, manufaktur yang padat karya, banyak butuh impor,” kata Perry.
Terakhir, penguatan rupiah juga baik bagi stabilitas perbankan dan keuangan nasional. Saat ini, aliran modal asing menghampiri pasar keuangan, terutama di pasar surat utang dan saham. Hal ini mencerminkan penguatan rupiah akan mendukung pertumbuhan ekonomi.










