Pendapatan Trimegah Bangun (NCKL) Terbang 135%, Laba Jadi Segini
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle membukukan lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 29% menjadi Rp 4,64 triliun hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,60 triliun.
Perseroan melalui publikasi laporan keuangan hingga kuartal III-2023, Kamis (30/11/2023), mennyebutkan bahwa lompatan laba bersih tersebut sejalan dengan lompatan pendapatand ari kontrak dengan pelanggan sebanyak 135% dari Rp 7,35 triliun menjadi Rp 17,29 triliun.
Kenaikan pendapatan Harita Nikcel (NCKL) tersebut berimbas terhadam lompatan beban pokok penjualan dari Rp 3,59 triliun menjadi Rp 11,16 triliun. Laba bruto bertumbuh dari Rp 3,75 triliun menjadi Rp 6,13 triliun.
Perseroan juga mencatatkan lompatan laba usaha dari Rp 3,40 triliun menjadi Rp 5,42 triliun. Lompatan tersebut menjadikan laba per saham perseroan naik dari Rp 65,43 menjadi Rp 74,35 per saham.
Hingga September 2023, perseroan juga mencatatkan kenaikan total aset dari Rp 34,60 triliun menjadi Rp 45,08 triliun. Sebaliknya total liabilitas turun dari Rp 20,37 triliun menjadi Rp 17,91 triliun.
Terkait prospek saham NCKL, Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Axell Ebenhaezer dalam riset yang diterbitkan pertengahan bulan ini menyebutkan bahwa NCKL memiliki prospek pertumbuhan mengesankan ke depan, seiring dengan peningkatan kapitasitas produksi bersamaan dengan kenaikan permintaan pasar.
Ekspektasi peningkatan permintaan produk nikel sejalan dengan terus bertumbuhnya permintaan kendaraan listrik. Hal ini membuat tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dapat tetap terjaga ke depan, meski harga komoditas fluktuatif.
NH Korindo Sekuritas Indonesia Axell Ebenhaezer mengatakan, pesatnya pertumbuhan penjualan mixed hydroxide precitate (MHP) sebanyak 22% dan volume penjualan feronikel sebanyak 171% hingga September menjadikan perseroan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan, meskipun harga jual nikel turun.
“Perseroan juga tengah meningkatkan kapasitas produksi dengan pengoperasinal HPAL baru tahun 2024. Pabrik baru ini diharapkan mendongkrak kapasitas produksi MHP perseroan sebanyak 118% dan dilanjutkan pembukaan kembali smelter tahun 2025 yang diharapkan berimbas terhadap kenaikan kapasitas produksi feronikel perseroan sebanyak 154% tahun berikutnya,” terangnya.
Hal tersebut mendorong NH Korindo Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.320. Targe tersebut mencerminkan perkiraan PE sekitar 9,8 kali. NH Korindo Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan melesat menjadi Rp 5,71 triliun tahun ini dan menjadi Rp 8,10 triliun pada 2025, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 4,66 triliun.










